PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2023

Foto untuk : PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2023

  

PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2023

 

Sisvika Asniar, S.Gz

 

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembaangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan berada di bawah standar yaitu kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO (WHO 2015, 2020). Stunting terutama disebabkan kekurangan gizi yang terjadi yaitu sejak janin hingga awal kehidupan atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang bisa disebabkan rendahnya asupan gizi seimbang, pola asuh atau praktik pemberian makan tidak tepat; atau adanya penyakit infeksi berulang, kelainan metabolisme bawaan, berat bayi lahir rendah, yang menyebabkan kebutuhan gizi meningkat. Kekurangan gizi pada ibu adanya penyakit infeksi pada ibu juga mempengaruhi pertumbuhan anak. Hygiene dan sanitasi lingkungan serta akses terhadap kesehatan dan pangan merupakan faktor tidak langsung penyebab terjadinya stunting. Oleh karena itu, dalam penanggulangan stunting harus melibatkan lintas program dan lintas sektor, karena tidak bisa diintervensi oleh sektor kesehatan saja.

Intervensi stunting terdiri dari intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik merupakan intervensi untuk mengatasi penyebab langsung stunting yang biasanya ditangani oleh sektor kesehatan. Sedangkan intervensi sensitif mangatasi penyebab tidak langsung yang dikerjakan bersama dengan berbagai sektor diluar kesehatan.

Stunting di Kabupaten Sarolangun mengalami penurunan yang signifikan dari waktu ke waktu. Berdasarkan data SSGI tahun 2022 stunting di Sarolangun 16,8 % yang mengalami penurunan menjadi 4,8 % pada tahun 2023 (SKI 2023). Sedangkan berdasarkan data e-PPGBM (elektronik- Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) kasus stunting di Kabupaten Sarolangun berdasarkan pengukuran bulan Februari 2023 sebanyak 740 kasus menurun menjadi 406 kasus pada pengukuran bulan Oktober 2023.

Keberhasilan penurunan stunting di kabupaten Sarolangun tentu tidak terlepas dari kerja tenaga kesehatan di Puskesmas dalam intervensi spesifik dengan meningkatkan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) remaja putri, TTD ibu hamil, Antenatal Care (ANC) ibu hamil, PMT lokal untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), Vitamin A balita, ASI ekslusif, MP ASI (program PMT lokal di tiap Puskesmas untuk balita bermasalah gizi), Imunisasi, pemantauan pertumbuhan setiap bulan di Posyandu, promosi dan edukasi oleh petugas kesehatan, serta peningkatan kapasitas bagi petugas dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita. Selain itu program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan TELUSURI (Beras, Telur Susu dan Roti) bersama dengan OPD, Persatuan Dharmawita, Organisasi profesi kesehatan, BAZNAS dan CSR Perusahaan – perusahaan yang ada di kabupaten Sarolangun ikut berperan penting dalam penurunan stunting di Kabupaten Sarolangun 

 

Pemprov Jambi