AIR HITAM, SAROLANGUN – Upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan penanganan yang tepat, berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak. Sebagai wujud komitmen tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun bersama Dokter Spesialis Anak, dr. Nuratmi G. Dewi, Sp.A., M.Ked (Ped), hadir di Puskesmas Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, dalam kegiatan pendampingan dan pemeriksaan balita stunting dan gizi kurang.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 balita stunting dan gizi kurang ini diinisiasi oleh Puskesmas Pematang Kabau melalui kerja sama dengan PT Sari Aditya Loka (PT SAL), perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara sektor kesehatan dan dunia usaha dalam mendukung peningkatan status gizi serta kualitas kesehatan anak. Dukungan PT SAL diwujudkan melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan setelah proposal kegiatan yang diajukan oleh Puskesmas Pematang Kabau mendapatkan persetujuan dan dukungan pendanaan.

Dalam kegiatan tersebut, balita sasaran mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan langsung oleh Dokter Spesialis Anak. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan, status gizi, serta pertumbuhan dan perkembangan anak, sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing balita. Salah satu aspek penting dalam kegiatan pendampingan ini adalah edukasi dan penerapan tatalaksana balita stunting dan gizi kurang secara tepat. Dalam kondisi tertentu, penanganan dapat mencakup pemberian Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), sesuai indikasi medis dan hasil penilaian dokter spesialis anak. PKMK merupakan pangan yang diformulasikan secara khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak dengan kondisi medis atau masalah gizi tertentu.

Ketersediaan PKMK di Puskesmas Pematang Kabau menjadi salah satu bentuk dukungan fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanganan masalah gizi pada balita. Melalui pendampingan dokter spesialis anak, pemberian PKMK dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari tatalaksana sesuai kebutuhan dan kondisi klinis anak, dengan tetap memperhatikan dosis, cara pemberian, serta pemantauan respons terhadap intervensi yang diberikan. Selain itu, edukasi kepada orang tua mengenai pola pemberian makan, pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari, dan pemantauan pertumbuhan anak juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan penanganan.

Tidak hanya mendukung pelayanan kesehatan, PT SAL juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan bahan makanan berupa telur dan susu kepada balita stunting dan gizi kurang yang hadir. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi dukungan tambahan bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi anak serta mendukung perbaikan status gizi secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah manajer dan karyawan PT SAL, perwakilan kepala desa di wilayah kerja Puskesmas Pematang Kabau, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun. Kepala Dinas Kesehatan dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Rosa Linda, SKM, didampingi staf Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi).

Keterlibatan Dokter Spesialis Anak dalam kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap komitmen Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jambi melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Hal ini menjadi kesempatan bagi balita stunting dan gizi kurang untuk memperoleh akses pemeriksaan, konsultasi, serta tatalaksana langsung dari dokter spesialis anak, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Rosa Linda, SKM, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT SAL atas dukungan melalui program CSR perusahaan. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan masyarakat. Ia berharap dukungan dan kontribusi PT SAL tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan balita stunting dan peningkatan derajat kesehatan anak di wilayah kerja Puskesmas Pematang Kabau.

"Kami berharap sinergi dan kepedulian PT SAL terhadap kesehatan masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dukungan melalui CSR perusahaan seperti ini sangat berarti dalam membantu pemerintah daerah memperkuat upaya penanganan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita di wilayah kerja Puskesmas Pematang Kabau," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pematang Kabau dr. Bernard C. Silitonga menyampaikan bahwa kerja sama dengan PT SAL selama ini telah memberikan kontribusi positif terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya. Dukungan perusahaan tidak hanya terlihat dalam kegiatan pendampingan balita stunting kali ini, tetapi juga melalui berbagai bentuk kolaborasi lainnya, seperti dukungan terhadap kegiatan Posyandu dan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD).

Hal tersebut menunjukkan bahwa kemitraan antara fasilitas pelayanan kesehatan dan dunia usaha dapat menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pelayanan serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun berharap semakin banyak pihak yang terlibat dan mengambil peran dalam upaya percepatan penurunan stunting. Penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, dunia usaha, organisasi profesi, keluarga, dan masyarakat.

Kolaborasi yang terbangun di Puskesmas Pematang Kabau ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memastikan setiap balita mendapatkan perhatian, pemeriksaan, pendampingan, serta intervensi gizi yang tepat sesuai kebutuhannya.

Karena setiap anak berhak tumbuh sehat. Kolaborasi dan kepedulian yang diwujudkan hari ini merupakan investasi penting bagi terwujudnya generasi Sarolangun yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.